Tidak semua laki-laki dikhitan, dan pada banyak kasus hal itu tidak menimbulkan masalah selama kebersihan dijaga. Namun, memahami dampak tidak disunat bagi kesehatan membantu orang tua menimbang manfaat sunat atau khitan bagi anak. Artikel ini mengulas potensi risiko yang perlu diperhatikan secara objektif dan tidak menakut-nakuti, sebagai pelengkap pembahasan menyeluruh soal sunat dan kesehatan anak.
Ketika kulup tetap ada dan kebersihan kurang terjaga, beberapa kondisi berikut lebih mungkin muncul:
Perlu diingat, tidak semua laki-laki yang tidak dikhitan akan mengalami hal ini. Sebagaimana ditekankan dalam berbagai materi edukasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kebersihan yang baik dapat mencegah sebagian besar masalah tersebut.
Dalam jangka panjang, peradangan kronis dan kebersihan yang buruk pada area kulup dapat meningkatkan risiko beberapa kondisi, termasuk infeksi berulang. Beberapa penelitian juga mengaitkan status tidak dikhitan dengan risiko sedikit lebih tinggi terhadap penyakit tertentu, meski faktor gaya hidup tetap dominan.
Karena itulah khitan sering dianggap sebagai langkah pencegahan yang praktis, terutama bila anak sulit menjaga kebersihan secara konsisten.
Pada kondisi seperti fimosis berat, infeksi berulang, atau parafimosis, dokter kerap menyarankan sunat anak sebagai solusi. Dalam situasi ini, khitan bukan sekadar pilihan tetapi bagian dari penanganan medis. Konsultasi dengan dokter sunat akan membantu menentukan tindakan yang tepat. Anda dapat mengenal tim yang menangani pada halaman tim medis kami.
Bagi yang memilih tidak dikhitan, kebersihan menjadi kunci utama. Ajari anak menarik kulup secara lembut saat mandi (bila sudah bisa), membilas dengan air bersih, dan mengeringkan area organ intim. Pemeriksaan rutin membantu mendeteksi masalah lebih dini.
Bagi keluarga yang memutuskan tidak mengkhitankan anak, kebersihan menjadi tanggung jawab yang harus dijalankan lebih disiplin. Kulup perlu dibersihkan secara rutin agar tidak terjadi penumpukan smegma. Namun, penting diingat bahwa pada bayi dan anak kecil, kulup tidak boleh ditarik paksa karena dapat melukai dan justru memicu masalah.
Seiring pertumbuhan, biasanya kulup akan lebih mudah ditarik secara alami. Pada saat itu, ajari anak membersihkan area di baliknya dengan lembut lalu mengembalikan kulup ke posisi semula. Bila muncul kesulitan, nyeri, atau tanda peradangan, sebaiknya periksakan ke dokter.
Sebagian besar masalah pada laki-laki yang tidak dikhitan bersifat ringan dan dapat dicegah. Namun, beberapa kondisi memerlukan perhatian medis segera, antara lain:
Dalam situasi seperti ini, dokter dapat menilai apakah khitan diperlukan sebagai solusi. Keputusan sebaiknya diambil setelah pemeriksaan menyeluruh, bukan berdasarkan kekhawatiran semata.
Tidak. Dengan kebersihan yang baik, banyak laki-laki tidak dikhitan tetap sehat. Namun risiko beberapa kondisi memang sedikit lebih tinggi.
Bila anak mengalami fimosis, infeksi berulang, atau sulit menjaga kebersihan, sebaiknya konsultasikan khitan dengan dokter.
Bisa. Khitan dapat dilakukan pada usia dewasa, meski pemulihan cenderung lebih lama dibanding saat anak-anak.
Ingin mencegah berbagai risiko kesehatan sejak dini dengan khitan yang aman dan nyaman? Daftar khitan online sekarang di GOKiL Go — dokter sunat berpengalaman datang langsung ke rumah Anda.
Punya pertanyaan seputar khitan?
Konsultasi Gratis