Salah satu masalah yang sering dialami anak setelah sunat adalah rasa takut saat hendak buang air kecil. Rasa perih atau nyeri saat urine mengenai luka bisa membuat anak menahan pipis, yang justru berbahaya karena bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Masalah ini perlu ditangani dengan sabar agar anak tidak trauma. Artikel ini akan membahas cara mengatasi anak yang takut ke toilet setelah menjalani khitan anak.
Setelah prosedur khitan, area glans penis yang sebelumnya tertutup kini terbuka dan sangat sensitif. Urine yang bersifat asam bisa menimbulkan rasa perih saat mengenai luka. Anak yang pernah merasakan sakit ini akan cenderung menahan pipis karena takut mengulangi pengalaman tersebut. Jika tidak segera diatasi, kebiasaan menahan pipis bisa menyebabkan infeksi saluran kemih dan memperlambat pemulihan. Biaya sunat yang sudah dikeluarkan akan bertambah jika terjadi komplikasi akibat masalah ini.
Pastikan anak minum air putih yang cukup agar urine tidak terlalu pekat dan asam. Urine yang encer akan terasa lebih tidak perih saat mengenai luka. Berikan air putih setiap 1-2 jam dalam jumlah kecil. Hindari minuman asam seperti jus jeruk atau soda yang bisa membuat urine semakin asam. Panduan perawatan setelah sunat menyarankan asupan cairan yang cukup untuk membantu pemulihan.
Saat anak akan buang air kecil, siram area luka dengan air hangat bersih menggunakan gayung atau botol spray. Air hangat membantu mengencerkan urine dan mengurangi rasa perih. Cara ini juga membersihkan sisa urine dari luka setelah selesai. Pastikan air yang digunakan steril atau air matang hangat.
Anak bisa buang air kecil sambil berdiri dengan kaki sedikit terbuka, atau duduk di toilet jongkok jika itu lebih nyaman. Beberapa anak merasa lebih nyaman buang air kecil di bak mandi sambil disiram air hangat. Temukan posisi yang paling nyaman untuk anak Anda. Klinik sunat GOKiL Go bisa memberikan saran posisi yang tepat sesuai usia anak.
Setiap kali anak berhasil buang air kecil tanpa rasa takut berlebihan, berikan pujian atau hadiah kecil. Penguatan positif ini membantu anak mengasosiasikan toilet dengan pengalaman yang baik, bukan dengan rasa sakit. Katakan, "Wah, hebat! Sekarang pipisnya lancar, sebentar lagi sembuh." Baca juga: tips agar anak tidak takut sunat untuk pendekatan psikologis yang lebih menyeluruh.
Rasa perih biasanya berlangsung selama 3-7 hari pertama setelah sunat. Setelah luka mulai mengering dan jaringan baru terbentuk, rasa perih akan berkurang secara bertahap. Jika rasa perih berlangsung lebih dari seminggu, periksakan ke dokter.
Ya, ini adalah respons alami karena anak menahan pipis karena takut sakit. Namun, pastikan anak tetap buang air kecil setidaknya setiap 4-6 jam. Jika anak sudah lebih dari 8 jam tidak pipis, segera hubungi tim medis GOKiL Go atau bawalah ke tempat sunat terdekat.
Diapers atau pampers tidak disarankan karena membuat area luka lembap dan hangat, yang merupakan lingkungan ideal bagi bakteri. Gunakan celana katun longgar yang mudah diganti. Jika terpaksa menggunakan diapers, ganti sesering mungkin dan biarkan area luka terbuka beberapa saat setiap kali mengganti. IDAI menyarankan area luka tetap kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik.
Siap mengkhitankan si kecil dengan nyaman? Daftar khitan online sekarang di GOKiL Go — dokter sunat berpengalaman datang langsung ke rumah Anda.
Punya pertanyaan seputar khitan?
Konsultasi Gratis